Tentang Kami

PROFIL RSU SANTA MARIA PEMALANG
   
1 Identitas
  Nama Rumah Sakit Umum Santa Maria Pemalang
  Alamat Jl. Pemuda No.24, Pemalang, Jawa Tengah 53213
  Tanggal Berdiri 19 Januari 1980
   
2 Pemilik
  Yayasan Mediatrix
   
3 Visi, Misi, Motto, Falsafah, dan Filosofi
  Visi
    Rumah Sakit Umum Santa Maria Pemalang melayani dan merawat dengan semangat kasih
  Misi
  1 Memantapkan pelayanan dan perawatan dengan mengedepankan semangat kasih tanpa membeda-bedakan suku, bangsa, agama, jenis kelamin dan status sosial ekonomi
  2 Meningkatkan kinerja individu dan rumah sakit secara professional
  3 Mengembangkan kemampuan rumah sakit guna peningkatan pelayanan
  4 Menuju rumah sakit yang terakreditasi
  Motto
    Kesembuhan anda merupakan kebahagiaan kami
  Falsafah
    Melayani dan merawat manusia sesuai dengan citra Allah
 
  Logo
   
Logo RSU. Santa Maria Pemalang berupa Gambar Bunda Maria menggendong kanak-kanak Yesus di mana tangan kanan Bunda Maria menunjuk pada Hati Kudus Yesus putraNya yang adalah KASIH dan di sisi luar dilingkupi oleh lingkaran oval yang memanjang dari atas ke bawah dan diluar lingkaran oval terdapat tulisan Rumah Sakit Umum Santa Maria Pemalang
   

Arti dari logo :

   

Lingkaran luar yang berbentuk oval memanjang dari atas ke bawah melambangkan bahwa di dalam melayani sesama yang membutuhkan pelayanan kesehatan di RSU Santa Maria Pemalang memandang manusia yang dilayani secara utuh, holistik baik secara jasmani dan rohani baik sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial, dan bentuk lingkaran oval yang memanjang dari atas ke bawah melambangkan hubungan antara manusia dengan Allah di mana kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari Allah sebagai sumber kehidupan.

   

Sedangkan gambar Bunda Maria menggendong kanak-kanak Yesus di mana tangan kanan Bunda Maria menunjuk pada Hati Kudus Yesus putraNya yang adalah KASIH mengandung makna Bunda Maria memberitahukan dan mengajak kita semua bahwa Yesus yang adalah Allah sendiri itu adalah Maha Pengasih dan Penyayang pada kita manusia. Bunda Maria juga mengajak kita semua untuk meneladan kepada Kasih itu, khususnya didalam segala kegiatan dan pelayanan yang ada di RSU Santa Maria Pemalang.
Melalui pelayanan kesehatan di RSU Santa Maria Pemalang yang merupakan sarana untuk mewujudkan Cinta Kasih Yesus kepada manusia, dengan demikian kita diutus untuk menyampaikan kualitas Kasih kepada sesama manusia dengan jalan melayani dengan semangat Kasih kepada pasien dan keluarganya yang telah memberikan kepercayaan dengan menyerahkan dirinya kepada rumah sakit untuk disembuhkan baik secara jasmani maupun diselamatkan secara rohani. Dan kepada seluruh pekarya kesehatan yang terlibat didalamnya, sehingga persekutuan/paguyuban diharapkan dapat memberikan komitmen yang berfungsi sebagai kenisah Allah.

   

 

SEJARAH SINGKAT RSU SANTA MARIA PEMALANG
 

Rumah Sakit Umum Santa Maria Pemalang yang kita kenal sekarang ini, adalah perwujudan kelanjutan karya Suster-Suster Tarekat Putri Bunda Hati Kudus (PBHK). Pada tanggal 4 juni 1928, Suster-suster PBHK yang dalam bahasa latin disebut Filiae Dominae Nostrae a Sacro Corde (FDNSC) yang berpusat di Issoudun, Perancis datang dari negeri Belanda ke Pulau Jawa dengan tujuan menyelenggarakan pendidikan dan perawatan orang sakit terutama bagi rakyat kecil.

Selanjutnya dalam usaha karyanya, para suster menyebar ke berbagai kota yang antara lain Wonosobo, Cilacap dan Tegal. Kegiatan di Kota Tegal dimulai pada tahun 1929. Pada bulan Juni 1934, Mgr. B.J. Visser meminta para Suster PBHK yang ada di Tegal untuk mengelola Balai Pengobatan milik misi yang sebelumnya milik pemerintah Hindia Belanda. Balai pengobatan tersebut terletak di Jalan Tidar, Mulyoharjo, Pemalang, yang sekarang menjadi SD Tidar.

Dalam pengelolaan para suster, pasien semakin bertambah banyak baik dewasa maupun anak-anak oleh karena mereka merasa terlayani dengan baik. Balai pengobatan ini akhirnya menjadi Poliklinik Umum dan Rumah Perawatan orang sakit dalam bentuk yang sangat sederhana.

Oleh karena tempat di Jl. Tidar tidak mampu lagi menampung penderita rawat inap yang makin bertambah banyak, maka pada tanggal 15 Maret 1939, suster membeli sebidang tanah yang letaknya di Jalan Ketandan dengan luas 12.126 M ². Di atas tanah itu didirikan bangunan biara dan rumah sakit.

Sebelum bangunan selesai, pada tahun 1942 tentara Jepang masuk kota Pemalang sehingga para suster PBHK terpaksa meninggalkan tanah dan bangunan tersebut dan masuk ke Kamp Pengamanan di Mendut, dan selanjutnya di Muntilan bergabung dengan suster lain.

Setelah merdeka, pada tahun 1947 para suster kembali ke Pemalang dan melihat keadaan tanah dan bangunan di Jl. Ketandan ternyata telah ditempati oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang yang sampai sekarang digunakan sebagai Kantor Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Kabupaten Pemalang.

Pada bulan Maret 1948 para suster berusaha meminta tanah dan bangunan tersebut tetapi pada saat itu belum berhasil. Meskipun demikian perjuangan untuk mendapatkan tanah dan bangunan tersebut tidak pernah surut.

Beberapa tahun kemudian, Pemda Kabupaten Pemalang menawarkan sebidang tanah yang sama luasnya di Jalan Pemuda tanah milik Pemda sebagai ganti tanah di Jl. Ketandan. Hal tersebut disetujui oleh Pemimpin Tarekat Suster PBHK. Akhirnya pada tanggal 15 Februari 1973 dilaksanakan pertukaran tanah secara resmi dimana tanah di Jl. Ketandan yang semula milik Tarekat Suster PBHK diserahkan kepada Pemda Pemalang dan sebagai gantinya tanah di Jl. Pemuda oleh Pemda Kab. Pemalang diserahkan kepada Tarekat Suster PBHK.

Kemudian Yayasan Mediatrix yang merupakan Badan Hukum dari Tarekat Suter PBHK mengajukan permohonan izin untuk mendirikan Rumah Bersalin dan Poliklinik di atas tanah tersebut. Dalam proses pembangunan gedung, pada waktu ditinjau dari Pemda pihak Pemda menganjurkan agar di atas tanah tersebut didirikan Rumah Sakit Umum mengingat lahannya luas dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan meningkat. Permohonan pendirian Rumah Bersalin dan Poliklinik kemudian diubah menjadi permohonan pendirian Rumah Sakit Umum.

Selanjutnya pada tanggal 16 oktober 1973 diajukan permohonan izin pendirian rumah sakit ke Pemda. Pada tanggal 8 Desember 1975 dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit. Pada tahun 1977 diajukan permohonan penyelenggaraan Rumah Sakit ke DepKes RI. Pada tahun 1979 menjelang bangunan hampir selesai, dilaksanakan pekerjaan melengkapi surat permohonan izin ke DepKes RI. Kemudian pada tanggal 29 oktober 1979 surat izin pendirian rumah sakit dari DepKes RI keluar.

Pada tanggal 18 Januari 1980 bangunan Rumah Sakit diberkati oleh Uskup Keuskupan Purwokerto Mgr. S. Pascalis Hardjosoemarto, MSC dan pada tanggal 19 Januari 1980 dilakukan peresmian Rumah Sakit Umum Santa Maria Pemalang oleh Kepala Kantor Wilayah Depkes RI Prop. Jateng (Dr. R. Roestanto).

Untuk memperingati hari bersejarah itu, tanggal 19 Januari 1980 ini oleh Yayasan Mediatrix ditetapkan sebagai hari jadinya RSU Santa Maria Pemalang.